Obat Herbal Tradisional Penyakit Alzheimer

On August 6, 2012 by AgenACEMAXS

Jika Anda atau keluarga Anda atau orang yang Anda cintai terkena atau didiagnosis ALZHEIMER, jangan kawatir, sekarang sudah ada obat herbal tradisional penyakit alzheimer. Secara umum orang mencari obat yang biayanya tidak tinggi, tidak terlalu repot, tidak ada efek samping, dan mudah didapatkan. Kami memiliki ACE-MAX’S sebagai obat herbal untuk menyembuhkan penyakit ALZHEIMER.

Sejarah Penyakit ALZHEIMER

obat herbal tradisional penyakit alzheimer          Penyakit alzheimer ditemukan pertama kali pada tahun 1907 oleh seorang ahli Psikiatri dan neuropatologi yang bernama Alois Alzheimer. Dia mengobservasi seorang wanita berumur 51 tahun, yang mengalami gangguan intelektual dan memori serta tidak mengetahui kembali ketempat tinggalnya, sedangkan wanita itu tidak mengalami gangguan anggota gerak, koordinasi dan

reflek. Pada autopsi tampak bagian otak mengalami atropi yang difus dan simetri, dan secara nikroskopik tampak bagian kortikal otak mengalami neuritis plaque dan degenerasi neurofibrillary.

Secara epidemiologi dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup pada berbagai populasi, maka jumlah orang berusia lanjut akan semakin meningkat. Di lain pihak akan menimbulkan masalah serius dalam bidang sosial ekonomi dan kesehatan, sehingga akan semakin banyak yang berkonsultasi dengan seorang neurolog karena orang tua tersebut yang tadinya sehat, akan

mulai kehilangan kemampuannya secara efektif sebagai pekerja atau sebagai anggota keluarga. Hal ini menunjukkan munculnya penyakit degeneratif otak, tumor, multiple stroke, subdural hematoma atau penyakit depresi, yang merupakan penyebab utama demensia.

Istilah demensia digunakan untuk menjelaskan sindroma klinis dengan gejala menurunnya daya ingat dan hilangnya fungsi kecerdasan lainnya. Defenisi demensia menurut Unit Neurobehavior pada Boston Veterans Administration Medical Center (BVAMC) adalah kelainan fungsi kecerdasan yang didapat dan bersifat menetap, dengan adanya gangguan paling sedikit 3 dari 5 komponen fungsi luhur yaitu gangguan bahasa, memori, visuospasial, emosi dan kognisi.

Penyebab pertama penderita demensia adalah penyakit alzheimer (50-60%) dan kedua oleh cerebrovaskuler (20%).

Penyakit alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif yang secara epidemiologi terbagi 2 kelompok yaitu kelompok yang menderita pada usia kurang 58 tahun disebut sebagai early onset sedangkan kelompok yang menderita pada usia lebih dari 58 tahun disebut sebagai late onset.

Penyakit alzheimer dapat timbul pada semua umur, kebanyakan dijumpai setelah berusia 40 tahun keatas.

Berdasarkan jenis kelamin, prevalensi wanita lebih banyak tiga kali dibandingkan laki-laki. Hal ini mungkin refleksi dari usia harapan hidup wanita lebih lama dibandingkan laki-laki. Dari beberapa penelitian tidak ada perbedaan terhadap jenis kelamin.

Etiologi

Penyebab pastinya belum diketahui namun beberapa alternatif penyebab yang telah dihipotesa adalah intoksikasi logam, gangguan fungsi imunitas, infeksi virus, polusi udara/industri, trauma, neurotransmiter, defisit formasi sel – sel filament, presdiposisi heriditer. Dasar kelainan patologi penyakit alzheimer terdiri dari degenerasi neuronal, kematian daerah spesifik jaringan otak yang mengakibatkan gangguan fungsi kognitif dengan penurunan daya ingat secara progresif.

Adanya defisiensi faktor pertumbuhan atau asam amino dapat berperan dalam kematian selektif neuron. Kemungkinan sel – sel tersebut mengalami degenerasi yang diakibatkan oleh adanya peningkatan kalsium intraseluler, kegagalan metabolisme energi, adanya radikal bebas atau terdapatnya produksi protein abnormal yang non spesifik.

Penyakit alzheimer adalah penyakit genetika, terbukti dengan adanya beberapa penelitian telah membuktikan bahwa peran faktor genetika. Namun beberapa penelitian telah membuktikan bahwa peran faktor non – genetika yaitu lingkungan juga ikut terlibat, dimana faktor lingkungan hanya sebagai pencetus faktor genetika.

Patogenesis

  1. Faktor Genetik Beberapa peneliti mengungkapkan 50% prevalensi kasus alzheimer ini diturunkan melalui gen autosomal dominant. Orang  keturunan garis pertama pada keluarga penderita alzheimer mempunyai resiko menderita demensia 6 kali lebih besar dibandingkan orang normal. Pemeriksaan genetika DNA pada penderita alzheimer dengan familial early onset terdapat kelainan lokus pada kromosom 21 diregio proximal log arm, sedangkan pada familial late onset didapatkan kelainan lokus pada kromosom 19. Begitu pula pada penderita down syndrome mempunyai kelainan gen kromosom 21, setelah berumur 40 tahun terdapat neurofibrillary tangles (NFT), senile plaque dan penurunan Marker kolinergik pada jaringan otaknya yang menggambarkan kelainan histopatologi pada penderita alzheimer. Hasil penelitian penyakit alzheimer terhadap anak kembar menunjukkan 40 – 50% adalah monozygote dan 50% sisanya adalah dizygote. Keadaan ini mendukung bahwa faktor genetik berpengaruh dalam penyakit alzheimer. Pada sporadik non familial (50 – 70%), beberapa penderitanya ditemukan kelainan lokus kromosom 6, keadaan ini menunjukkan bahwa kemungkinan faktor lingkungan menentukan ekspresi genetika pada alzheimer.
  2. Faktor Infeksi Ada hipotesa menunjukkan penyebab infeksi virus pada keluarga penderita alzheimer yang dilakukan secara immuno blot analisis, ternyata ditemukan adanya antibodi reaktif. Infeksi virus tersebut menyebabkan infeksi pada susunan saraf pusat yang bersifat lambat, kronik dan remisi. Beberapa penyakit infeksi seperti Creutzfeldt – Jacob disease dan kuru, diduga berhubungan dengan penyakit alzheimer. Hipotesa tersebut mempunyai beberapa persamaan antara lain: a. manifestasi klinik yang sama

    b. Tidak adanya respon imun yang spesifik

    c. Adanya plak amyloid pada susunan saraf pusat

    d. Timbulnya gejala mioklonus

    e. Adanya gambaran spongioform

  3. Faktor Lingkungan Faktor lingkungan juga dapat berperan dalam patogenesa penyakit alzheimer. Faktor lingkungan antara lain aluminium, silicon, mercury, zinc. Aluminium merupakan neurotoksik potensial pada susunan saraf pusat yang ditemukan neurofibrillary tangles (NFT) dan senile plaque (SPINALIS). Hal tersebut diatas belum dapat dijelaskan secara pasti, apakah keberadaan aluminum adalah penyebab degenerasi neurosal primer atau sesuatu hal yang tumpang tindih. Pada penderita alzheimer juga ditemukan dalam keadan ketidakseimbangan merkuri, nitrogen, fosfor, sodium, dengan patogenesa yang belum jelas. Ada dugaan bahwa asam amino glutamat akan menyebabkan depolarisasi melalui reseptor N-methy D-aspartat sehingga kalsium akan masuk ke intraseluler (Cairan – influks) danmenyebabkan kerusakan metabolisma energi seluler dengan akibat kerusakan dan kematian neuron.
  4. Faktor Imunologis Ada laporan yang mengatakan bahwa 60% pasien yang menderita alzheimer didapatkan kelainan serum protein seperti penurunan albumin dan peningkatan alpha protein, anti trypsin alphamarcoglobuli dan haptoglobuli. Laporan lainnya melaporkan bahwa terdapat hubungan bermakna dan meningkat dari penderita alzheimer dengan penderita tiroid. Tiroid Hashimoto merupakan penyakit inflamasi kronik yang sering didapatkan pada wanita muda karena peranan faktor immunitas.
  5. Faktor Trauma Adanya hubungan penyakit Alzheimer dengan trauma kepala dihubungkan dengan seorang petinju yang menderita demensia pugilistik, dimana pada otopsinya ditemukan banyak neurofibrillary tangles.
  6. Faktor Neurotransmiter a. Asetilkolin Penelitian terhadap aktivitas spesifik neurotransmiter dengan cara biopsi sterotaktik dan otopsi jaringan otak pada penderita alzheimer mendapatkan hasil bahwa penurunan aktivitas kolinasetil transferase, asetikolinesterase dan transport kolin serta penurunan biosintesa asetilkolin. Adanya defisit presinaptik dan postsynaptik kolinergik ini bersifat simetris pada korteks frontalis, temporallis superior, nukleus basalis, hipokampus. Kelainan neurottansmiter asetilkoline merupakan kelainan yang selalu ada dibandingkan jenis neurottansmiter lainnya pada penyakit alzheimer, dimana pada jaringan otak/biopsinya selalu didapatkan kehilangan cholinergik Marker. Pada penelitian yang melakukan pemberian scopolamin pada orang normal, akan menyebabkan berkurang atau hilangnya daya ingat. Hal ini sangat mendukung hipotesa kolinergik sebagai patogenesa penyakit alzheimer

    b. Noradrenalin

    Kadar metabolisme norepinefrin dan dopimin menunjukkan penurunan pada jaringan otak penderita alzheimer. Hilangnya neuron bagian dorsal lokus seruleus yang merupakan tempat yang utama noradrenalin pada korteks serebri, berkorelasi dengan defisit kortikal noradrenergik.

    Laporan hasil biopsi dan otopsi jaringan otak penderita alzheimer menunjukkan adanya defisit noradrenalin pada presinaptik neokorteks. Laporan lainnya konsentrasi noradrenalin menurun baik pada post dan ante-mortem penderita alzheimer.

    c. Dopamin

    Sparks et al (1988), melakukan pengukuran terhadap aktivitas neurottansmiter regio hipothalamus, dimana tidak adanya gangguan perubahan aktivitas dopamin pada penderita alzheimer. Hasil ini masih kontroversial, kemungkinan disebabkan karena potongan histopatologi regio hipothalamus setia penelitian berbeda-beda.

    d. Serotonin

    Didapatkan penurunan kadar serotonin dan hasil metabolisme 5 hidroxi-indolacetil acid pada biopsi korteks serebri penderita alzheimer. Penurunan juga didapatkan pada nukleus basalis dari meynert. Penurunan serotonin pada subregio hipotalamus sangat bervariasi, pengurangan maksimal pada anterior hipotalamus sedangkan pada posterior peraventrikuler hipotalamus berkurang sangat minimal. Perubahan kortikal serotonergik ini berhubungan dengan hilangnya neuron-neuron dan diisi oleh formasi NFT pada nukleus rephe dorsalis.

    e. MAO (Monoamine Oksidase)

    Enzim mitokondria MAO akan mengoksidasi transmitter mono amine. Aktivitas normal MAO terbagi 2 kelompok yaitu MAO A untuk deaminasi serotonin, norepineprin dan sebagian kecil dopamin, sedangkan MAO B untuk deaminasi terutama dopamin. Pada penderita alzheimer, didapatkan peningkatan MAO A pada hipothalamus dan frontais sedangkan MAO B meningkat pada daerah temporal danmenurun pada nukleus basalis dari meynert.

obat herbal tradisional penyakit ace-max's

Penyakit alzheimer sulit untuk didiagnosa hanya berasarkan gejala – gejala klinik tanpa dikonfirmasikan pemeriksaan lainnya seperti neuropatologi, neuropsikologis, MRI, SPECT, PET. Sampai saat ini penyebab yang pasti belum diketahui, tetapi faktor genetik sangat menentukan (riwayat keluarga), sedangkan faktor lingkungan hanya sebagai pencetus ekspresi genetik. Pengobatan pada saat ini belum mendapatkan hasil yang memuaskan, hanya dilakukan secara empiris, simptomatik dan suportif untuk menyenangkan penderita atau keluarganya.

Obat herbal tradisional penyakit alzheimer, ACE MAXS merupakan satu – satunya obat herbal untuk mengobati penyakit ALZHEIMER karena kandungan antioksidan yang tinggi pada produk herbal alami ini. Penggunaannya tidak akan menyebabkan efek samping karena semuanya alami tanpa bahan kimia. Namun karena proses alami, jadi membutuhkan proses sekaligus waktu dan memerlukan apa yang disebut “healing crisis”, yaitu dimana keadaan yang dirasakan oleh penderita merasa lebih parah namun semua itu hanya sementara untuk melawan penyakit dan faktor – faktor yang mempengaruhinya.

ACE-MAX’S memiliki khasiat yang paling kuat dan banyak dari obat herbal lainnya karena kedua bahan utamanya yaitu ekstrak kulit manggis dan ekstrak daun manggis. Kedua bahan ini merupakan penyedia antioksidan yang unik dan banyak. Mampun untuk melawan segala jenis penyakit degeneratif. Dan juga mampu dijadikan sebagai Anti – Aging atau Anti – Penuaan, melawan munculnya penuaan dini. Karena manusia pasti tua begitu juga sel – selnya. Maka kita perlu meregenerasinya, melindunginya dan juga menutrisinya agar kinerjanya tetap stabil seperti saat kita masih muda.

Berikut testimoni pelanggan kami tentang obat herbal alzheimer ACE-MAX’S

Nama : Aponta Hanafi

Umur : 67 tahun

Asal : Jakarta

Profesi : Pensiunan PNS

Penyakit : Alzheimer

Alzheimer adalah jenis kepikunan yang ‘mengerikan’ karena dapat melumpuhkan pikiran dan kecerdasan seseorang. Keadaan ini ditunjukkan dengan kemunduran fungsi intelektual dan emosional secara progresif dan perlahan sehingga mengganggu kegiatan sosial sehari-hari. (Kompashealth/KOMPAS.COM). Hanafi seorang pensiunan pegawai negeri di Jakarta menderita penyakit tersebut. Sudah menjalani perawatan medis dan minum rutin obat dokter dan hasilnya cukup baik. Mendapat informasi tentang ACE MAXS dari salah seorang temannya, bahwa ACE MAXS bagus untuk pengobatan alzheimer. Saya langsung beli 10 botol, dan minum 35 – 70 ml setiap hari 3 kali, sampai botol ke-6 saya merasa seperti orang ‘baru’ yang hadir di dunia, karena semua kembali secara perlahan-lahan ingatan saya normal. Melihat kondisi saya semakin membaik, istri dan anak-anak saya serta cucu-cucu saya merasa senang.

————————————————————————————————————————

Nama : Rusdi Said Munarman

Umur : 70 tahun

Asal : Jakarta

Profesi : Pensiunan Militer

Penyakit : Alzheimer

Pasca pensiunan praktis Said sapaan akrabnya semasa berdinas di TNI AD tidak banyak kegiatan yang bisa dilakukannya karena penyakit alzheimer. Beruntung Said menemukan ACE MAXS dari seorang rekannya yang menjadi tentara juga tapi senang dengan dunia herbal. Saya diberikan produk ini 3 botol untuk dicoba minum, saya minum 35 ml setiap hari sebanyak 3 kali dan dalam waktu kurang lebih 10 hari saya sudah merasakan manfaat dari kulit manggis dan daun sirsak yang dipadukan dalam ACE MAXS ini. Saya sudah mulai mengingat kembali hal-hal baik maupun tidak baik layaknya orang normal. Saya telepon lagi temanku tadi untuk mengantarnya 10 botol lagi dan saya lanjutkan minumnya sampai saya benar-benar merasakan sehat dan normal. Penantian itu tidak sia-sia, masuk botol ke-15 Said merasa benar-benar sehat.

————————————————————————————————————————

————————————————————————————————————————

Dua testimoni di atas merupakan dua testimoni dari sekian banyak Testimoni ACE MAXS tentang penyakit ALZHEIMER. Sekarang giliran Anda untuk membuktikannya. Anda mendapatkan kesempatan menjadi saksi dari kehebatan produk kami!

Segera hubungi kami dan Segera beli sekarang!! Kesehatan harganya paling mahal dibandingkan apapun apalagi itu untuk keluarga Anda!

Anda bisa membeli dan mendapatkan obat herbal tradisional penyakit alzheimer di tempat kami dan dapatkan diskon dari kami.

Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>